well, i’ve always been a freak.
and I’m not going to change the way I look to conform anything.
if i changed, she who sees me sees not me..
fake.
“imperfection is beauty, madness is genius, and it is better to be absolutely ridiculous than absolutely boring” - Marilyn Monroe -
so what will you choose?
a perfect heart in an imperfect looks..
or an imperfect heart with a perfect look?
beauty is fake, isn’t it?
the woman i will marry
- watches a lot of movies
- listens to radiohead & sigur ros with me
- has contagious smile
- wears black
- wears long boots
- enjoy going to music shows & travelling
- can sing & plays piano
- draw cartoons as my birthday gift
- likes to sleep nude
- kisses divinely
- wants to own a pigeon
- ride vespa with her peculiar glasses
- bakes pancakes in the morning with fresh fruits
- wakes me up at night to take me out in the rain
most beautiful voices on earth
with eye problem
heart them
terlalu lama, hingga menjadi patung
those pics were taken in Perth 14 years ago.
from then, i stopped taking picture of my family. cause i don’t need it. always remember them every second in my mind
God, really homesick. I miss my family so much.
schizophrenia, unleaded, asphyxiate.. aku mulai gila!
dia,
sebuah fatamorgana
yang entah mungkin akan ada
yang ingin kuajak ke pertunjukan bukan restoran
dan mendengarkan ‘all i need’ sepanjang malam
dia,
yang ingin kuraih tangannya
menggandengnya ke taman menghabiskan malam
melihat bintang.. dan ditemani beberapa botol anggur murah
dia,
yang sudah berwarna
yang tidak melihat dunia hanyalah sebuah kontes kecantikan
karna dialah yang terindah apa adanya
dia,
yang namanya akan terajah di lengan kanan
dengan warna merah dan berharap tak luntur selamanya
dia,
yang nantinya akan mendampingi dirumah
dengan sofa yang tak muat untuk berdua
yang hanya cukup jika kita tidur berpelukan
tapi dapat melihat anak kita bermain dan tertawa gembira
dia…
wanita sederhana..
dan sudahlah
telinga ini tak bisa lagi berjalan
terus mengikutimu putaran demi putaran
lelah terus bertengkar dengan yang tak kasat
mungkin aku lebih baik mendengar dengan mataku sekarang
“ketika batu sulit menjadi debu”